Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat berkembang di masyarakat. Umumnya Teknologi Informasi adalah sebuah teknologi yang dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya: memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur gunak menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna tinggi. Perkembangan TIK pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Saat ini tren penggunaan e- yang berarti elektronik bermunculan. Seperti e-education,e-government, e-learning dan lain sebagainya. Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging didalam diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah menglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan.
Dalam bidang pendidikan, TIK banyak memiliki peranan. Teknologi Informasi
seakan telah menjadi pengalihfungsian buku, guru dan sistem pengajaran yang
sebelumnya masih bersifat konvensional. Teknologi informasi menyebabkan ilmu
pengetahuan menjadi kian berkembang dan berkembang. Namun, TIK juga memiliki
banyak kekurangan. TIK tidak hanya memberikan dapak positif, namun juga
memiliki dampak negative terhadap kehidupan, salah satunya yang menonjol adalah
di bidang pendidikan. Kenyataan ini yang mendorong keinginan penulis untuk
mengungkap lebih jauh tentang Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi
Terhadap Aktivitas Pendidikan.
2. Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka permasalahan
yang akan diidentifikasi dalam makalah ini yaitu :
Peranan dan dampak positif Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang
pendidikan
Manfaat internet sebagai sarana TIK dalam bidang pendidikan
Dampak negatif TIK dalam bidang pendidikan
Solusi dalam menangani dampak negatif dari TIK dalam bidang pendidikan
3. Rumusan Masalah
Bagaimanakah pemahaman tentang TIK itu?
Bagaimana cara memahami TIK dalam dunia pendidikan?
Bagaimana peran TIK dalam pendidikan?
Bagaiman dampak positif dan negatif TIK dalam pendidikan?
Bagaimana solusi yang tepat dalam menghadapi dampak negatif TIK?
4. Tujuan Penelitian
Agar mengetahui peranan, dampak positif, dampak
negatif TIK dalam bidang pendidikan
Mengatahui solusi yang tepat dalam mengangani dampak negatif TIK dalam
bidang pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Landasan Teori
TIK adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi,
rekayasa dan teknik pengelolaan yang digunakan dalam pengendalian dan
pemrosesan informasi serta penggunaannya, komputer dan hubungan mesin
(komputer) dan manusia, dan hal yang berkaitan dengan sosial, ekonomi dan
kebudayaan [British Advisory Council for applied Research and Development:
Report on Information Technology; H.M. Stationery Office, 1980). Definisi
lain tentang TIK yaitu semua bentuk teknologi yang terlibat dalam pengumpulan,
memanipulasi, komunikasi, presentasi dan menggunakan data (data yang
ditransformasi menjadi informasi) [E.W. Martin et al. 1994. Managing
Information Technology: What Managers Need to Know. New York rentice Hall].
Arti Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan seharusnya berarti
tersedianya saluran atau sarana yang dapat diapakai untuk menyiarkan program
pendidikan.
B. Peranan TIK dalam pendidikan
Di dunia pendidikan, banyak sekali lembaga pendidikan
yang telah berhasil mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
mendukung proses pembelajarannya. Dunia, saat ini sedang memasuki era yang
ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi dan peluang ekonomi yang belum
pernah terbayangkan sebelumnya. Perubahan-perubahan besar terjadi dalam bidang
teknologi, politik, sosial dan ekonomi. Segala perubahan ini telah menyebabkan
terjadinya pergeseran dalam berbagai bidang yang antara lain adalah;
Masyarakat industri ke masyarakat informasi (kita masih berkutat dari
masyarakat agraris ke masyarakat industri)
Teknologi yang dipaksakan ke teknologi tinggi (hi-tech)
Ekonomi nasional ke perekonomian dunia
Kebutuhan jangka pendek ke jangka panjang
Sistem sentralisasi ke sistem desentralisasi
Bantuan ke lembagaan berpindah ke swakarsa
Dari pola hirarchi ke jaringan kerja (networking)
Dari pilihan terbatas ke banyak pilihan
Menurut Budi Sutedjo (Eti Rpchaety, 2005), gelombang teknologi dan
informasi berkembang melalui beberapa tahapan sebagai berikut :
Gelombang Pertama, Pemanfaatan TIK difokuskan untuk peningkatan
produktivitas dan memperkecil biaya
Gelombang kedua, TIK difokuskan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan
komputer melalui pembangunan jaringan komputer
Gelombang ketiga, TIK difokuskan untuk menghasilkan keuntungan lewat
pembangunan program sistem informasi
Gelombang keempat, TIK difokuskan untuk membantu proses pengambilan
keputusan dari data kualitatif
Gelombang kelima, TIK difokuskan untuk meraih pelanggan (konsumen) melalui
pengembangan jaringan internet
Gelombang keenam, TIK yaitu mengembangkan sistem
jaringan tanpa kabel (wireless).
Teknologi Informasi berbasis pada disiplin ilmu-ilmu Informatika, Teknik
Komputer dan Manajemen Informatika yang semuanya terikat dalam Komputasi.
Komputasi berarti pekerjaan yang berkaitan dengan aktivitas : hitung menghitung
proses pengolahan, penyimpanan dan penyampaian informasi, akibatnya tiap
jaringan komunikasi beralih menjadi sentral informasi dan bukan komputernya
lagi. Pemanfaatan yang dulunya sangat terbatas, kini telah memasuki kedalam
katagori strategis, pengaruhnya pada kelangsungan usaha tidak dapat dipungkiri
lagi (PUSTEKKOM,2006).
Tekonologi informasi dari massa ke massa selalu
mengalami perkembangan yang pesat. Kemajuan yang pesat dalam bidang elektronika
menyebabkan kemampuan komputer maju pesat dan cepat usang mengikuti Hukum Moore
(Vide;Bill Gates, 1995 dalam PUSTEKKOM) dimana:
Kemampuan chip komputer akan menjadi dua kali lipat setiap tahunnya
Perangkat lunak semakin canggih
Batas maya (virtual) tidak akan pernah tercapai.
Dalam dunia pendidikan, keberadaan sistem informasi
dan komunikasi merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari
aktivitas pendidikan. Dalam sebuah lembaga pendidikan harus memiliki komponen –
komponen yang diperlukan untuk menjalankan operasional pendidikan, seperti
siswa, sarana dan prasarana, struktur organisasi, proses, sumber daya manusia
(tenaga pendidik), dan biaya operasi. Sedangkan sistem komunikasi dan informasi
terdiri dari komponen – komponen pendukung lembaga pendidikan untuk menyediakan
informasi yang dibutuhkan pihak pengambil keputusan saat melakukan aktivitas
pendidikan (PUSTEKKOM,2006).
Peran-Peran TIK dalam dunia pendidikan :
TIK sebagai keterampilan (skill) dan kompetensi
TIK sebagai infratruktur pedidikan
TIK sebagai sumber bahan ajar
TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pendidikan
TIK sebagai pendukung manajemen pendidikan
TIK sebagai sistem pendukung keputusan
C. Dampak Positif TIK terhadap Pendidikan
Pemanfaatan TIK dalam pendidikan, akan mengatasi
masalah sebagai berikut:
Masalah geografis, waktu dan sosial ekonomis Indonesia
Negara Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan, daerah tropis dan
pegunungan hal ini akan mempengaruhi terhadap pengembangan infrastruktur
pendidikan sehingga dapat menyebabkan distribusi informasi yang tidak merata.
Mengurangi ketertinggalan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan
dibandingkan dengan negara berkembang dan negara maju lainnya.
Akselerasi pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan mutu pendidikan
yang sulit diatasi dengan cara-cara konvensional
Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan
pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.
TIK akan membantu kinerja pendidikan secara terpadu sehingga akan terwujud
manajemen yang efektif dan efisien, transparan dan akuntabel.
Dampak Teknologi Bagi Pendidikan Perkembangan
teknologi khususnya di bidang pendidikan dapat memajukan motivasi siswa agar
lebih unggul dan lebih maju dalam penggunaan teknologi. Motivasi dalam
pendidikan juga dapat mempengaruhi penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran
yang di langsungkan. Motivasi berguna untuk menyemangatkan siswa yang menyerah
dan putus asa dalam kemajuaan teknologi yang terjadi. Tanpa di sadari ada juga
dari beberapa siswa yang langsung menganggap dirinya tidak bisa mengikuti
perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan . dan di sini lah guna motivasi.
Di dalam menghadapi perkembangan teknologi siswa di tuntut untuk lebih kreatif
lagi dalam memanfaatkan teknologi yang berkembang. Bukan hanya siswa yang di
tuntut untuk lebih kreatif, tetapi guru juga di tuntut agar lebih memahani
segala yang ada. Sekarang saja internet menjadi suatu hal yang banyak di
gunakan dalam proses pembelajaran.
D. Dampak Internet terhadap pendidikan
Dalam bidang pendidikan Internet
telah memainkan peranan penting dalam proses pembelajaran. Meskipun di dunia
pendidikan terdapat beberapa tantangan sebagai berikut:
Proses pendidikan itu memerlukan waktu tenggang (lead time) yang cukup
lama.
Setidak-tidaknya seorang dituntut untuk mengikuti pendidikan sejak sekolah
dasar sampai perguruan tinggi
Dalam pendidikan itu berlaku prinsip “irreversibilitas”
Tantangan yang kita hadapi di masa depan cendrung berkembang semakin
kompleks, yang ditandai dengan semakin cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi sebagai akibat dari arus globalisasi yang semakin terbuka. (PUSTEKKOM,2006)
e-Education, istilah ini mungkin sudah tidak
asing bagi bangsa Indonesia. e-education (Electronic Education) ialah
istilah penggunaan TI di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi
yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi
masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal
harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?)
Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses
perpustakaan di Amerika Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak
cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar
menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui
Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin
membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan (Oetomo, B.S.D, 2002).
Lingkungan Akademis Pendidikan Indonesia yang mengenal
alias sudah akrab dengan Implikasi TI di bidang Pendidikan salah satunya adalah
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Saat ini di UPI, hampir setiap Fakultas
yang terdapat di UPI memiliki jaringan yang dapat di akses oleh masyarakat,
memberikan informasi bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena problema
ruang dan waktu. Hal ini juga tentunya sangat membantu bagi calon mahasiswa
maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang membutuhkan informasi tentang biaya
kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak yang lainnya. Bahkan saat ini
telah berkembang digital library di kawasan kampus. Inisiatif-inisiatif
penggunaan TI dan Internet di luar institusi pendidikan formal tetapi masih
berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan.
Salah satu inisiatif yang sekarang sudah ada adalah situs penyelenggara
“Komunitas Sekolah Indonesia”. Situs yang menyelenggarakan kegiatan tersebut
contohnya plasa.com. dan SMA-net.com.
Selain untuk melayani Institut pendidikan secara
khusus, adapula yang untuk dunia pendidikan secara umum di Indonesia. Ada juga
layanan situs internet yang menyajikan kegiatan sistem pendidikan di Indonesia.
situs ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan
perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta
jaringan komunikasi (forum) bagi administrator sekolah, para pendidik dan para
peminat lainnya. Tujuan utama dari situs ini adalah sebagai wadah untuk saling
berhubungan yang dapat menampung semua sektor utama pendidikan. Contoh dari
situs ini adalah www.pendidikan.net.
Selain penggunaan internet dalam dunia pendidikan,
usaha lain untuk penggunaan ICT dalam pendidikan antara lain diciptakannya
model-model pembelajaran ataupun media pembelajaran yang berbasiskan ICT, baik
berupa CD pembelajaran interaktif maupun modul-modul materi pembelajaran yang
bisa memberikan kemudahan pada peserta didik untuk memahami materi tersebut.
Saat ini juga banyak sekolah-sekolah yang memberikan fasilitas e-learning pada
siswanya. Dengan akses internet, siswa dapat mengakses e-learning dimana saja,
kapan saja. E-learning berisi modul-modul pembelajaran, adanya forum
diskusi yang memungkinkan untuk distance learning.
E. Upaya untuk Memajukan Pendidikan dengan ICT
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,
pemerintah Indonesia telah menggunakan ICT untuk memperluas kesempatan
pendidikan, untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan, dan
meningkatkan efisiensi sistem pendidikan. Sampai tahun ini, berbagai upaya
untuk menggunakan ICT dalam pendidikan antara lain:
1. E-learning
Mulai dari tahun 2002, Pusat Teknologi Informasi dan
Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan
Menengah, dan Direktorat Pendidikan sedang mengembangkan e-learning program
yang disebut “e-dukasi”. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan
kualitas pendidikan di sekolah menengah dan tingkat sekolah kejuruan melalui
penggunaan internet. Pada tahap awal ini, bahan pembelajaran sedang
dikembangkan untuk mata pelajaran berikut: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi,
Elektronika, dan Teknologi Informasi.
2. Kursus Online
Beberapa perguruan tinggi telah memberikan kuliah
melalui internet untuk beberapa kursus. Misalnya saja di UPI, di dalam
e-learning ada course-course atau kursus online untuk mata kuliah tertentu.
Dimana dosen dan murid tidak tatap muka atau menerapkan distance learning.
3. Tutorial Online
Salah satu penggunaan teknologi informasi untuk
pendidikan di pendidikan tinggi adalah untuk tujuan tutorial lembaga-lembaga
pendidikan jarak jauh.
4. Joint Research
Sebagai media yang menyediakan untuk kolaborasi
melalui penggunaan teknologi informasi, penelitian bersama program telah
dilakukan.
5. Perpustakaan Elektronik
Saat ini, ada jaringan perpustakaan elektronik yang
disebut Bahasa Indonesia Digital Library Network yang merupakan jaringan
perpustakaan elektronik dari perpustakaan pusat ITB (Digital Library), yang
Pasca Sarjana Studi Perpustakaan ITB, Lembaga Penelitian ITB, Universitas
Indonesia Timur Pembangunan proyek (dalam proyek CIDA), Universitas Brawijaya
Malang Central Library, Universitas Muhammaddiyah Malang dan The Central Bank
Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta. Indonesia Digital
Library Network ini dimaksudkan untuk mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan
kualitas lulusan perguruan tinggi, untuk meningkatkan pertukaran informasi
antar lembaga pendidikan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian di Indonesia.
6. Computer Assisted Instruction (CAI)
Ini adalah off-line program instruksi sehingga tidak
tergantung pada akses ke internet. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi
Pendidikan (Pustekkom) telah mengembangkan instruksi dibantu komputer bahan
belajar untuk berbagai subject matter dan kursus. Ini adalah bahan pembelajaran
interaktif dimana siswa dapat belajar pada / dirinya sendiri dengan sedikit
bantuan dari guru / dosen.
F. Dampak Negatif TIK terhadap pendidikan
TIK seiring dengan perkembangannya yang semakin meningkat, namun tetap saja
memiliki kekurangan. Misalnya saja pada e-learning, e-learning dapat
menyebabkan pengalih fungsian guru yang mengakibatkan guru jadi tersingkirkan,
menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena sistem
pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri, dan kemungkinan etika
dan disiplin peserta didik susah atau sulit untuk diawasi dan dibina sehungga
lambat laun kualitas etika dan manusia khusunya para peserta didik akan menurun
drastis, serta hakikat manusia yang utama yaitu sebagai makhluk sosial akan
musnah.
Kemudian karena seringnya mengakses internet, di
khawatirkan pelajar bukanya benar-benar memanfaatkan TIK dengan optimal malah
mengakses hal-hal yang tidak baik, seperti pornografi yang sangat mudah di
akses yang berefek buruk bagi anak dibawah umur ataupun bagi yang sudah dewasa
sekalipun. Hal lain misalnya kecanduan : asik berinternet ( biasanya
menggunakan fasilitas social networking / game online ) sehingga lupa waktu dan
berakibat buruk bagi kehidupannya.kemudian ada istilah Cyber-relational
addiction adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin
melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai
kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia
nyata..Kemudaian dikenal pula Information overload, Karena menemukan
informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet, sejumlah orang
rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir
berbagai informasi yang ada. Kemudian bisa membuat seseorang kecanduan,
terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya
untuk melayani kecanduan tersebut. Hal-hal tersebut sangat menghambat
berkembanganya pendidikan dalam TIK.
Dampak Negatif Internet
Selain beragam manfaat, internet juga bisa merusak pola pikir serta pola
perilaku seseorang. Berikut dampak negatif internet bagi pelajar : Pelajar bisa
mengakses situs tak layak seperti situs dengan konten porno yang marak
diperangi oleh orang tua. Memang akhir-akhir ini salah satu kementrian di Indonesia
sedang giat-giatnya memblokir situs porno, namun tak ada jaminan semua situs
tersebut bisa ditutup. Gila facebook dan twitter juga merupakan salah satu hal
yang negarif di dunia internet. Kecanduan jenis ini merubah pola sosial
seseorang sehingga lebih nyaman bertegur sapa di situs sosial ketimbang di
dunia nyata. Hal negatif lainnya yang bisa merusak pelajar adalah fasilitas
game online serta perjudian online. Kedua hal ini memang sedang tren. Jika
masih dalam kontek wajar, mungkin tak terlalu mengkhawatirkan. Namun beberapa
kasus yang ditemui, kecenderungan untuk bermain serta berjudi secara online
bukan lagi sebatas hobi namun sesuatu yang dirasa penting untuk dilakukan. Game
online dan perjudian online agaknya telah menjadi candu dan banyak perakibat
pada menurunnya prestasi belajar seseorang.
G. Solusi
Mengatasi TIK
Agar penggunaan TIK dalam pendidikan lebih optimal dan di jalankan dengan
baik dan benar, berikut ada beberapa metoda pemecahan masalah agar dampak
negatif dari TIK dapat tertanggulangi.
Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan, khususnya untuk anak di
bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan
pembelajaran dengan TIK. Analisis untung ruginya pemakaian.
Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam
pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap
membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga
masih berkunjung ke perpustakaan.
Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan
pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara
optimal tanpa menghilangkan etika.
Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka
dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh
rakyat Indonesia di dunia maya.
Jadi, solusinya adalah kita jangan sampai mengatakan tidak pada teknologi
(say no to technology) karena jika kita berbuat demikian, maka kita akan
ketinggalan banyak informasi yang sekarang ini informasi-informasi tersebut
paling banyak ada di internet. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita
terhadap teknologi, mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap
menggunakan etika, juga tidak lupa jangan terlalu berlebihan agar kita tidak
kecanduan denagn teknologi.
BAB III
Penutup
Kesimpulan
Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu semua bentuk teknologi yang
terlibat dalam pengumpulan, memanipulasi, komunikasi, presentasi dan
menggunakan data (data yang ditransformasi menjadi informasi). Pendidikan tidak
bisa dilepaskan dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. ICT bukan
lagi mejadi asing dalam dunia pendidikan tetapi sudah menjadi penting dan
sangat mendukung dalam dunia pendidikan. Salah satu bukti pentingnya ICT adalah
untuk pemerataan pendidikan dengan kondisi geografis Indonesia yang luas sangat
diperlukan ICT. Beberapa dampak positif yang diperoleh dengan adanya ICT dalam
dunia pendidikkan antara lain :
1. Memberikan kemudahan terhadap dunia pendidikan dalam pencapaian tujuan
pendidikan nasional
Indonesia secara umum;.
2. Meningkatkan mutu pendidikan karena dengan ICT dapat dengan mudah
menerima informasi baik dari dalam maupun dari luar negeri;
3. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang merupakan produk
dari dunia Pendidikan; dll.
Oleh karena pentingnya ICT dalam dunia pendidikan, maka Depertemen
Pendidikan melalui PUSTEKKOM terus melakukan pengembangan ICT dalam dunia
pendidikan di Indoneisa. Namun, penggunaan TIK harus tetap di awasi karena TIK
juga memiliki dampak negatif. Oleh karena itu pertimbangan untung rugi harus di
jalankan dalam penggunaan TIK di bidang pendidikan, juga kita harus menggunakan
etika dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi.
DAFTAR PUSTAKA
Eti Rochaety, dkk, 2005, “ Sistem Informasi Manajemen Pendidikan”,
Bumi Aksara, Jakarta
Harina Yuhetty dan Hardjito, 2004, edukasi net pembelajaran berbasis
internet : tantangan dan peluangnya dalam Mozaik Teknologi Pendidikan (Dewi
salma dan Eveline Siregar), Kencana Media Group dan Universitas Negeri Jakarta.
Idris, Naswil, 2001, “Pengembangan dan Peranan Sumber Daya Manusia di
Era Teknologi Informasi”,Semarang
Oetomo, B.S.D, 2002, e-Education Konsep, Teknologi dan Aplikasi Internet
Pendidikan, Penerbit Andi, Yogyakarta.
Implementasi ICT dalam Proses Pembelajaran. LPMP Bandung.
PUSTEKKOM, 2006, “Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information
Communication Technology)”
Ayu, Diah. ICT dalam pendidikan, 2008. Jakarta
Munir, Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Dunia
Pendidikan di Indonesia.
Siahaan, Sudirman. “E-learning (Pembelajaran Elektronik) sebagai salah satu
alternatif kegiatan pembelajaran. http://www.depdiknas.go.id. Di akses tanggal
2 November 2010
Setiawan, Wawan. 2009. Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi. UPI
Press. Bandung
www.file.upi.edu diakses tanggal 30 Oktober 2010

0 komentar :
Posting Komentar